Normalnya, weekend diisi dengan kegiatan-kegiatan yang santai untuk melepas penat setelah beraktivitas penuh dari hari Senin sampai Jumat. Normalnya, di weekend gue bisa jalan-jalan sama temen-temen, ato nge-date sama pacar.
Tapi tidak di weekend kali ini. Tidak di weekend TPB STEI ITB. Doh.
Seolah pikiran bahwa UTS 2 Kalkulus hari Jumat depan belum cukup buruk (well paling enggak buruk bagi gue karena nilai UTS 1 Kalkulus gue adalah HANCUR TOTAL), di hari Sabtu gue batal main sama teman-teman gara-gara pada enggak bisa keluar. Kayaknya semua pada belajar Kalkulus. Euh. Pembunuhan karakter. Sementara itu, pacar gue lagi sakit. Jadi, gue memutuskan untuk nonton GME (Ganesha Music Event) di kampus, dengan siapa saja juga boleh.
Awalnya gue berangkat dnegan Chita, mama gue dari keluarga kerajaan bisnis yang pernah gue ceritakan di postingan sebelumnya. Tapi setelah itu dia gabung dengan teman-temannya. Bukannya gue keberatan dengan hal itu. Toh dari awal gue cuma bosan di kosan. Jadi gue meng-SMS tiga teman gue yang pernah nonton LA Lights Indiefest bareng gue, yaitu Derry, Wahyu, dan Ode. Ternyata Derry sudah di kampus, tapi bukan untuk nonton GME, melainkan kumpul alumni SMA-nya ato apalah. Wahyu sakit, sementara Ode masih di jalan entah di mana, yang jelas jauh sekali dari kampus, dan dia baru datang ke kampus sekitar satu setengah jam kemudian. Selama itu, gue nonton acara dan ngider sekitar situ sendirian. Ababil maksimal.
Tapi acara berlangsung baik-baik saja setelah Ode dan Derry datang. Kami malah sempat keluar makan sate dulu di Balubur sebelum kembali lagi ke kampus. Pas banget, pas kami balik, Monkey to Millionaire yang merupakan bintang tamu dalam Event itu lagi mau perform. Dan mereka perform dengan cukup keren menurut gue, walaupun sayangnya penonton kurang jingkrak-jingkrak. Kami pulang saat acara selesai, sekitar jam 23.00
Well, itu hari Sabtunya.
Bukannya hari Minggu — hari ini — lebih baik. Gue harus bangun jam enam pagi, di hari Minggu, buat berangkat PLO hari kedua. Doh. Oke. Skip bagian PLO ini karena gue enggak merasakan ada masalah tentang hal itu.
Sepulang PLO, gue langsung ngerasa dihajar. Bukan oleh preman, tapi oleh bayang-bayang seluruh tugas yang menumpuk dan deadline nya berdekatan. Poster, brosur, blog, halaman facebook event alumni SMA gue yang mestinya deadline nya adalah enam menit lalu yaitu jam 00.00 tapi belum juga gue selesaikan; job dari bokap gue (yang ngomong-ngomong, gue dibayar lumayan untuk itu. Tapi untuk dapet bayarannya, gue harus men-translate tiga puluh lima lembar dokumen teknis berbahasa Indonesia ke dalam bahasa Inggris. Gue enggak yakin gue mampu, tapi gue betul-betul pengen beli tas Mango warna biru yang gue lihat di PVJ, jadi gue mau-mau aja) yang deadline nya besok, ralat, hari ini di malam hari; tugas oprec asisten ComLabs; dan ya, belajar Kalkulus, yang seperti gue bilang, gue payah BANGET dalam mata kuliah ini, sementara UTS 2 nya sudah semakin dekat.
Gue bukannya enggak tau kalo semua ini nantinya bakalan bermanfaat buat gue sendiri. But hello, gimme a break.
Gue rasa gue ingin muntah.
Posted in iza and her life .